Senin, 28 Februari 2011

pemanfaatan foto udara pankromatik berwarna untuk mendeteksi jenis tanah di kabupaten maros


makalah fisika lingkungan Alfian


BAB I
PENDAHULUAN
         Sulawesi Selatan memiliki wilayah daratan seluas 62.483 km2, atau kurang lebih 4,15% dari wilayah daratan Indonesia secara keseluruhan. Dibandingkan dengan daerah-daerah tingkat I lainnya, Sulawesi Selatan merupakan daerah Tingkat I yang terluas di Sulawesi. Daratan Sulawesi selatan berbentuk semenanjung yang memanjang dari utara ke selatan dengan pegunungan Latimojong di bagian utara dan pe¬gunungan Lompo Batang di bagian selatan. Kedua pegunungan itu dipisahkan oleh lembah dan dataran rendah yang relatif subur. Iklimnya tergolong tropis basah dengan curah hujan rata-rata sekitar 1000-1500 mm/tahun, temperatur rata-rata 26,4°C dengan kelembaban udara cukup tinggi.Jenis dan struktur tanah terdiri dari tanah vulkanis di bagian selatan dan sedimentasi serta alluvial di bagian tengah dan utara dengan beberapa variasi. Keadaan tanah relatif subur dengan variasi tinggi rendahnya permukaan tanah menyebabkan sebagian besar dari wilayah Sulawesi Selatan cocok untuk kegiatan pertanian, terutama pertanian pangan. Sejak lama daerah Sulawesi Selatan terkenal sebagai salah satu "lumbung pangan nasional”.
Dari uraian di atas, maka penulis termotivasi untuk malakukan interpretasi mengenai “ pemanfaatan foto udara pankromatik berwarna untuk mendeteksi jenis tanah di kabupaten maros”.
A.    Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut :
2.      Bagaimanakah pola persebaran jenis tanah di kabupaten maros?
B.     Tujuan Penelitian
Adapun tujuan interpretasi dari penelitian ini adalah :
     1.  Untuk mengetahui pemanfaatan foto udara pankromatik berwarna dalam  mendeteksi jenis tanah di kabupaten maros?
2.  Untuk mengetahui jenis tanah yang ada di kabupaten maros?
C.    Mamfaat Penelitian
Adapun manfat penelitian antara lain :
1.      Dapat memberikan tambahan pengetahuan literature bagi mahasiswa Fisika yang akan memprogramkan mata kuliah fisika lingkungan nantinya.
2.      Dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas terhadap mahasiswa fisikayang ingin mempelajari tentang foto udara dalam hubungannya dengan pendataan penyebaran jenis tanah  di Kabupaten maros.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tanah sebagai benda alam mempunyai pengertian yang berbeda-beda, namun pengertian tanah scara umum adalah akumulasi tubuh alam yang bebas menduduki sebagian besar permukaan bumi yang mampu menumbuhkan tanaman dan yang memiliki sifat-sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk, dalam keadaan relief tertentu selama waktu tertentu.
Di indonesia klasifikasi tanah tanah dikemukakan pertama kali oleh Mohr pada tahun 1910. Enam tahun kemudian diperbaiki. Klasifikasi tanah ini didasarkan atas kombinasi macam-macam bahan induk dan cara pelapukannya dititikberatkan pada intensitas pelindian (leaching) dalam hubungannya dengan iklim.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A.Alat dan Bahan

v  Citra yang digunakan dalam mengidentifikasikan jenis tanah di kabupaten maros yaitu foto udara pankromatik berwarna.
v  Digunakan pula peta administrasi dari setiap daerah yang akan ditinjau.

B.Prosedur Penelitian

      a.Pra Kerja Lapangan
           Kegiatan yang dilakukan pra kerja lapangan adalah  Pemilihan Citra dan Lokasi
           Salah satu citra yang digunakan untuk mengindetifikasi jenis tanah  di kabupaten maros yaitu Citra foto udara pankromatik berwarna. Sangat jelas pada peta jenis tanah pada daerah yang di interpretasi.    Sasarannya adalah untuk melihat jenis tanah yang terdapat di kabupaten maros.
      b.Kerja Lapangan
           Dalam tahap kerja lapangan ini berarti telah dimulai pekerjaan dengan teknik penginderaan jauh. Pekerjaan di dalam tahap ini meliputi : (1) menyiapkan data acuan, (2) menyiapkan data penginderaan jauh, (3) menyiapkan mosaic, (4) orientasi medan. Tetapi yang dilaksanakan ada 3 yaitu menyiapkan data acuan, menyiapkan data peninderaan jauh dan orientasi medan.  
BAB IV


            Dari peta setelah observasi terlihat bahwa jenis tanah yang terdapat di kabupaten maros terdiri dari 8 jenis macam tanah yaitu sebagai berikut :
1. Tanah Aluvial
       Jenis anah aluvial hidromorf ini terdapat di kecamatan maros utara, maros baru dan kecamatan mandai. Sedangkan jenis tanah aluvial kelabu terdapat di kecamatan camba.
Tanah litosol ini terdapat di kecamatan mallawa, maros baru, maros utara,  kecamatan bantimurung, dan kecamatan camba.
3. Tanah mediteran coklat kemerahan
Jenis tanah ini terdapat di kecamatan mallawa, camba, maros baru, dan kecamatan bantimurung.
4. Tanah Pedsolik Merah-Kuning
 

posting diatas hanya sebagian untuk lebih lengkapnya
silahkan download saja filenya di SINI atau
DOWNLOAD

NOTE ;setelah anda klik link download tunggu sampai muncul
SKIP ADD, dan klik SKIP ADD

0 komentar:

Poskan Komentar

Fisika Bumi FMIPA UNM 2006 Headline Animator

Template by : kendhin x-template.blogspot.com